Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Merajut Sejarah Bayoa di Pulau Kodingareng Kota Makassar

Selasa, 17 Februari 2026 | Februari 17, 2026 WIB | Last Updated 2026-02-17T04:32:55Z

Merajut Sejarah Bayoa di Pulau Kodingareng Kota Makassar

Kabar Polisi Makassar-Kunjungan Dewan Majelis Hadat Kerajaan Tallok di Pulau Kodingareng,Minggu 15 februari 2026,dalam rangkaian kegiatan silaturrahmi dan pengukuhan pengurus Lembaga seni Lolo Bayo,mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan penggiat seni serta tokoh masyarakat setempat.

Acara yang turut di hadiri oleh Lurah Kodingareng dan dari Binmas serta  Babinsa,Abdul Jabbar SH Krg Nyarrang Penggiat Seni Budaya,Haji Sampe bersama isteri Hj Nureda mewakili tokoh masyarakat dan  Muhajir selaku Ketua Seni Paraga, berjalan penuh khidmat dan meriah dengan suguhan musik gandrang bulo yang di ikuti dengan seni bola raga yang merupakan ciri khas masyarakat Makassar.
Dalam kesempatan itu setelah penyematan Patonro khas Makassar kepada Ketua Seni Paraga, Daeng Bombong Karaeng Juppandang Gallarrang Pannampu mewakili Dewan Hadat yang dampingi Jumaris Dg Raga Gallarrang Biringkana dan Boto'e abdul Quddus Andi Zubair  ; menyampaikan bahwa komunitas seni Lolo Bayo merupakan aset budaya yang hampir terlupakan,namun berkat kepedulian pemerintah dalam hal ini Lurah Kodingareng beserta tokoh seni dan tokoh masyarakat setempat yang membangkitkan kembali dan menyelamatkan seni Lolo Bayo yang hampir karam dan tenggelam sehingga lembaga seni ini dapat eksis kembali dan bahkan sempat tampil dalam acara Pemkot di pantai Bosowa Makassar baru baru ini.
Lanjut Daeng Bombong, bahwa Lolo Bayo tidak dapat di pandang hanya dari sisi komunitas seni,namun ada sejarah panjang dari Bayoa yang turut mengukir kisah keberanian dan kepahlawanan masyarakat bayoa seiring dengan berdirinya Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallok dalam melawan pasukan kolonial Belanda.

Dalam riwayat lontarak di katakan pasukan bayoa di bawah kepemimpinan I Ahmad Daeng Makkulle Panglima Perang Kerajaan Gowa Tallok dan juga sebagai Sabannarak menempatkan pasukan bayoa sebagai resimen pengintai dan intelijen untuk memata matai pergerakan kapal Belanda di laut.

I Ahmad Daeng Makkulle kemudian diangkat sebagai pemimpin oleh orang orang Bayoa dan di beri gelar I Papuk Bayoa pada tahun 1712 ( sumber : Lontarak Bilang ; Pengkajian Transliterasi dan Terjemahan ,Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Selatan La Galigo 1986/1987 ).

I Ahmad Daeng Makkulle adalah anak dari I Daeng Burakne ( Ri burakne)Sabannara Dan Panglima Perang Kerajaan Gowa Tallok dàn cucu dari I Malingkaan Daeng Manynyonri Sultan Abdullah Alydrus Al Awwalul Islam Raja Tallok ke 6( Macang Keboka RI Tallok),keberanian I Ahmad di peroleh dari ayah dan Kakeknya yang dalam pertarungan tidak pernah terkalahkan.

Kebersamaan I Papuk Bayoa bersama pasukan Bayoa kemudian di lanjutkan oleh anaknya I Wasik Daeng Mangngewai Jannatul firdaus ( Bau Ru La Ka Baraya Gelar : Pangngulu Bunduna Kerajaan Gowa Tallok) yang juga  merupakan Menantu dari I Mappaosong Daeng Mangewai Sultan Muhammad Ali Karaeng Bisei Raja Gowa ke 18 ( Putra Sultan Hasanuddin Raja Gowa ke 16) karena mengawini I Patima Karaeng Tana Tana anak dari Sultan Muhammad Ali dari isteri I Sitti Daeng Talele Karaeng Kampong Beru ( Sumber : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bagian proyek panel dan pengkajian kebudayaan I La Galigo Sul Sel dan Silsilah Keturunan Stamboom I Samoen Daeng Mattawang ,Sabannara terakhir Kerajaan Gowa Tallok 1930 ),bersama dengan Panglima Bau Ru La Ka Baraya para pasukan Bayoa ikut dalam rombongan pasukan kerajaan untuk menaklukkan Sandao,yang sebelumnya sangat sulit di taklukkan oleh beberapa armada sebelumnya  dari pasukan gabungan Kerajaan diantaranya Karaeng Agangnionjok.Riwayat keberanian dari orang orang bayoa dalam mengawal Kerajaan Gowa Tallok sangat penjang dan diuraikan secara singkat disini
Pesan dari Daeng Bomboñg yang juga merupakan turunan ke 8 dari Bau Ru Là Ka Baraya Karaenta Juppandang, agar para turunan yang menempati Pulau Kodingareng dan pulau pulau lain di sekitarnya agar tetap senantiasa menjalin tali silaturrahim dan persaudaraan untuk terhimpun dalam   Keluarga Besar Bayoa dalam menyatukan rumpun keluarga besar di bawah Panji panji kebesaran yang patut di jaga  di lestarikan dan ni Pakalabbir

Laporan : Andi Syamsuryadi Krg Bombong 
×
Berita Terbaru Update